BREAKING

Bupati Klaten Kunjungi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Tulung

Maulana Ayub2 menit baca94 views
Bupati Klaten Kunjungi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Tulung
foto : Bupati Klaten meninjau korban dugaan keracunan

Tulung, (klaten.sorot.co)-- Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, gerak cepat menanggapi adanya laporan sejumlah siswa yang mengalami gejala mual hingga diare pada, Rabu (29/04/2026). Para siswa ini diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).


Peninjauan diawali di Puskesmas Majegan, kemudian dilanjutkan ke SPPG Sorogaten, dapur yang menyuplai MBG bagi para siswa yang mengalami gejala sakit. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menelusuri penyebab kejadian.


Ditemui seusai kegiatan, Hamenang menyampaikan bahwa jumlah siswa yang mengalami gejala hingga kini masih terus bertambah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium.


"Awalnya dilaporkan sekitar enam orang, namun setelah kami cek langsung di Puskesmas, jumlahnya bertambah menjadi belasan orang. Di PKU Jatinom juga terdapat beberapa siswa dengan kondisi serupa," ujarnya.


Gejala yang dialami, lanjut Bupati, antara lain lemas, pusing, dan diare. Saat ini sejumlah siswa masih menjalani perawatan. Meski ada yang dirawat, namun sebagian besar siswa menjalani rawat jalan.


Disisi lain, dalam peninjauan di SPPG Sorogaten, Hamenang menemukan sejumlah permasalahan yang diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Diantaranya, fasilitas pendingin yang tidak berfungsi optimal, serta gudang penyimpanan bahan kering yang tidak dilengkapi pendingin ruangan. 


Selain itu, ditemukan pula permasalahan pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum sesuai ketentuan.


"Atas temuan tersebut, kami meminta SPPG Sorogaten untuk ditutup sementara selama tiga hari guna dilakukan pembenahan serta menunggu hasil uji laboratorium," tegasnya.


Hamenang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan SPPG secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mengingatkan bahwa program MBG merupakan program strategis yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda.


"Ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih disiplin dalam menjalankan SOP. Program ini sangat baik untuk mendukung anak-anak kita menjadi sehat, kuat, dan cerdas, sehingga harus dijalankan dengan maksimal tanpa menimbulkan masalah," kata dia.


Pemkab Klaten saat ini juga memastikan penanganan terhadap siswa yang terdampak berjalan optimal melalui fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Selain itu, pihak SPPG didorong untuk bertanggung jawab terhadap penanganan siswa yang mengalami dugaan keracunan.


"Penanganan medis terus kami lakukan. Sementara itu, tanggung jawab dari pihak SPPG juga kami dorong. Statusnya masih dugaan karena kita menunggu hasil laboratorium," pungkasnya.




Bagikan:

Berita Terkait