BREAKING

Festival Sains dan Al-Qur’an SMP Muhammadiyah Jono, Dari Roket Air hingga Tahfidz, Lahirkan Generasi Cerdas Beriman

Muhamad Ansori4 menit baca64 views
Suasana Festival Sains dan Al-Qur’an SMP Muhammadiyah Jono yang diikuti ratusan siswa SD/MI se-Kabupaten Purworejo di Komplek Ponpes Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
Suasana Festival Sains dan Al-Qur’an SMP Muhammadiyah Jono yang diikuti ratusan siswa SD/MI se-Kabupaten Purworejo di Komplek Ponpes Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.

Purworejo, (purworejo.sorot.co)-Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa istimewa di Komplek Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan, Kabupaten Purworejo. Ratusan siswa SD dan MI dari berbagai daerah ambil bagian dalam Festival Sains dan Al-Qur’an yang digelar SMP Muhammadiyah Jono, Sabtu (02/05/2026).

Mengusung tema Melangitkan Ilmu, Menguatkan Iman, kegiatan ini menjadi ruang edukasi integratif yang memadukan sains dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Tak sekadar ajang lomba, festival ini dirancang sebagai pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.

Acara dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong dan peluncuran roket air oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah dan pengawas sekolah. Peluncuran roket menjadi simbol eksplorasi ilmu pengetahuan yang berpadu dengan kekuatan spiritual.

Ketua panitia, Akhmad Maulidin Musdani, menegaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif sejak dini. Di sisi lain, Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk berpikir dan merenungkan ciptaan Allah,” katanya.

Melalui festival ini, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan praktik langsung seperti eksperimen roket air, yang kemudian dikaitkan dengan nilai-nilai dalam Al-Qur’an. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun pemahaman yang utuh dan mendalam.

Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menekankan pembentukan karakter. Nilai disiplin, kejujuran, kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab ditanamkan dalam setiap rangkaian lomba.

Menurut Akhmad, usia sekolah dasar merupakan fase penting dalam membangun rasa ingin tahu dan pola pikir logis. Oleh karena itu, pembelajaran harus dikemas secara menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Festival ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan potensi terbaiknya, baik di bidang sains maupun Al-Qur’an,” tambahnya.

Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang.

“Kami melihat anak-anak sangat antusias, kreatif, dan inovatif, terutama dalam lomba roket air. Ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan semakin banyak siswa berprestasi dari Purworejo yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo, Pujiono, mengapresiasi konsep festival yang mengintegrasikan sains dan Al-Qur’an.

“Roket air adalah penerapan ilmu fisika, sementara tahfidz menjadi penguatan spiritual. Ini kombinasi penting dalam membentuk generasi Islam yang utuh,” katanya.

Sementara itu, Yudhie Agung Prihatno menilai kegiatan ini sebagai inovasi pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi siswa.

“Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya. Ini penting untuk membangun kompetensi abad ke-21,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan keterampilan 4C, yakni critical thinking, creativity, communication, dan collaboration, serta mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learnin) yang kontekstual dan berpusat pada siswa.

Festival menghadirkan berbagai cabang lomba, di antaranya roket air, tartil Al-Qur’an, dan tahfidz. Lomba roket air digelar di Lapangan Desa Wareng Butuh, sementara cabang keagamaan berlangsung di aula dan ruang kelas dengan dewan juri profesional.

Kegiatan juga dimeriahkan pentas seni santri seperti tari, solo vokal, dongeng dakwah, hingga demonstrasi Tapak Suci. Rangkaian lanjutan seperti peluncuran antologi puisi, penanaman pohon, dan mural sains juga telah disiapkan.

Pada lomba roket air, MI Takhasus Ma’arif NU Prapagkidul Pituruh meraih juara pertama, disusul MI Al Iman Bulus Gebang dan SD Muhammadiyah Purwodadi.

Cabang tartil putra dimenangkan Ahmad Abdul Ghani (MI Salafiyah Wareng Butuh), sementara kategori putri diraih Abidah Hasna Sabrina (SD Muhammadiyah Kutoarjo).

Untuk lomba tahfidz, juara pertama diraih Fatih Arfa Al Farros (SD Muhammadiyah Kutoarjo).

Para pemenang memperoleh piala, piagam, Al-Qur’an, voucher pendidikan, serta berbagai penghargaan lainnya.

Festival Sains dan Al-Qur’an ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat dikemas secara inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga membentuk karakter dan keimanan mereka.

Momentum Hardiknas 2026 pun semakin bermakna melalui kegiatan ini sebuah langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kreatif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Bagikan:

Berita Terkait