BREAKING

Kirab Budaya Tresno Pancasila Digelar di Malioboro, DPRD DIY Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Kebangsaan

Christian Yanuar3 menit baca87 views
Kirab Budaya Tresno Pancasila Digelar di Malioboro, DPRD DIY Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Kebangsaan
foto penyerahan buku

Danurejan, (jogja.sorot.co) — Memperingati Bulan Bung Karno 2026, Komisi A DPRD DIY bersama berbagai elemen masyarakat akan menggelar Kirab Budaya Tresno Pancasila pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggelorakan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, mulai dari intoleransi, radikalisme, korupsi, hingga kekerasan yang melibatkan generasi muda.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan Bulan Juni memiliki makna historis penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Selain diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menjadi momentum mengenang kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pada 6 Juni 1901 serta wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970.

“Yogyakarta memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Selain pernah menjadi Ibu Kota Revolusi, banyak tokoh asal Yogyakarta yang terlibat aktif dalam proses perumusan dasar negara,” kata Eko Suwanto saat konferensi pers di DPRD DIY, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, semangat kebangsaan perlu terus dirawat melalui pendekatan kebudayaan. Hal itu sejalan dengan amanat Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2022 yang mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, serta keistimewaan Yogyakarta.

Eko menilai berbagai persoalan sosial yang masih muncul, seperti intoleransi, radikalisme, praktik korupsi, hingga kekerasan yang melibatkan pelajar, menjadi tantangan bersama yang tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan hukum semata.

“Ada tantangan serius yang harus menjadi perhatian bersama. Karena itu diperlukan kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat karakter kebangsaan melalui pendekatan kebudayaan,” ujarnya.

Selain itu, DIY juga masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi fondasi moral dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, DPRD DIY mengembangkan program Sinau Pancasila dan Sinau Bhinneka Tunggal Ika yang menyasar masyarakat umum melalui berbagai kegiatan kebudayaan.

“Kirab Budaya Tresno Pancasila menjadi ruang bersama untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tresno berarti cinta yang diwujudkan melalui pengabdian, keteladanan, dan semangat berkorban seperti yang dicontohkan para pendiri bangsa,” jelasnya.

Kirab akan melibatkan berbagai komunitas dan kelompok budaya, mulai dari marching band, paguyuban bergada, sanggar seni, kampung wisata, komunitas sepeda onthel, komunitas karnaval, hingga Paguyuban Dimas Diajeng DIY dan Purna Paskibraka.

Wakil peserta kirab dari Purna Paskibraka Indonesia, Hanan Lukita Sakti, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

“Pancasila harus menjadi tameng bagi generasi muda untuk menyaring berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dimas DIY 2025 Rizky Nur Setyo Nugroho mengajak anak-anak muda menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk menghidupkan kembali semangat Jasmerah atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

Kirab Budaya Tresno Pancasila dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.30 WIB dengan rute dari halaman DPRD DIY, melintasi kawasan Malioboro, dan berakhir di kawasan Taman Pintar Yogyakarta.

Selain menjadi media edukasi kebangsaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di kawasan pusat Kota Yogyakarta.


Bagikan:

Berita Terkait