BREAKING

Kisah Agus, Eks Guru SD yang Sukses Rintis Rumah Makan Layah Kembar di Gunungkidul

Wheny Marissa24 views
Kisah Agus, Eks Guru SD yang Sukses Rintis Rumah Makan Layah Kembar di Gunungkidul
foto : dok. sorot.co

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Dibalik ramainya pelanggan Layah Kembar di Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, ternyata ada cerita perjuangan keras sang pendiri yakni Agus Tri Nugroho. Pria lulusan sarjana pendidikan ini sempat menjadi guru sekolah dasar sebelum akhirnya banting setir merintis usaha kuliner.

Layah Kembar pertama kali berdiri pada 2018. Dari sebuah warung kecil di pinggir jalan, kini usahanya berkembang pesat dengan dua cabang di Wonosari. Meski banyak restoran cepat saji baru bermunculan, Layah Kembar tetap bertahan dan makin populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan.

“Awalnya cuma warung sederhana, saya sama adik dorong gerobak sejauh 3 kilometer setiap hari. Kita jalani dengan konsisten,” kata Agus, Jumat (12/09/2025).

Nama Layah Kembar sendiri bukan dipilih sembarangan. Agus menuturkan, nama itu terinspirasi dari dua buah cobek (layah dalam bahasa Jawa) yang menjadi simbol kerja kerasnya bersama sang adik saat merintis usaha.

“Dulu kami cuma punya dua layah untuk ngulek bumbu. Dari situlah muncul ide nama Layah Kembar. Harapannya, usaha ini bisa terus berjalan berpasangan, saling melengkapi, dan semakin besar,” jelasnya.

Perjalanan Agus tidak mulus. Cabang pertama yang ia buka di sekitar Pasar Besole dengan konsep lesehan sempat terpukul saat pandemi Covid-19. Dengan adanya pembatasan jam malam, Agus harus memutar otak agar pelanggan tak kabur.

“Kadang saya antar sendiri makanan ke pembeli biar pelanggan tetap terjaga. Yang penting orang tetap ingat Layah Kembar,” ujarnya.

Menyadari era gadget mengubah pola konsumsi masyarakat, Agus mulai aktif mempromosikan usahanya lewat media sosial. Foto makanan, testimoni pelanggan, hingga promo kreatif rutin ia unggah.

Namun upayanya tak selalu mulus. Gencarnya promosi lewat medsos sempat membuat sebagian orang curiga dirinya memakai penglaris.

“Kita beradaptasi sama zaman ya dengan memanfaatkan medsos. Anggapan orang itu kita jawab dengan kebaikan, misalnya lewat program Jumat Berkah. Dari situ saya belajar, kalau mau buka usaha di tempat baru, harus permisi dulu sama masyarakat,” ungkap Agus.

Dari yang awalnya hanya dikelola Agus dan adiknya, kini Layah Kembar sudah memberdayakan puluhan karyawan. Tak berhenti di restoran, Agus juga merambah ke bidang usaha lain seperti katering dan Wedding Organizer (WO).

Bahkan, tawaran membuka cabang di luar daerah mulai berdatangan. Namun Agus memilih untuk fokus memperkuat cabang yang ada dulu.

“Kalau kesempatan ada, tentu menarik. Tapi buat saya yang penting cabang yang ada sekarang lebih kuat dulu. Kalau pondasi sudah mantap, baru melangkah lebih jauh,” pungkas dia.

Bagikan:

Berita Terkait