BREAKING

Mual - Diare, Ratusan Siswa di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG

Maulana Ayub2 menit baca89 views
Mual - Diare, Ratusan Siswa di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG
foto istimewa

Tulung, (klaten.sorot.co)-- Ratusan siswa SMP dan SD di Kecamatan Tulung, Klaten dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan lantaran mendadak mengalami gejala mual, diare hingga muntah. Mereka diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).


Berdasarkan pantauan di Puskesmas Majegan, Tulung pada, Rabu (29/04/2026) pagi, sejumlah siswa silih berganti berdatangan dengan diantar oleh orang tuanya. Beberapa guru juga terlihat mendampingi hingga para siswa mendapat pelayanan kesehatan.


Salah satu orang tua siswa, Sri Sulaminingsih mengaku kejadiannya Selasa (28/04/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat pulang sekolah kondisi putrinya awalnya biasa saja, namun selang 1 jam kemudian putrinya mengalami gejala sakit perut, pusing dan mual.


"Saya kira sakit lambungnya kumat, lalu saya kasih obat yang biasa diminum. Tapi pas sore harinya tiba-tiba tambah parah, lalu saya bawa ke puskesmas," ujarnya, Rabu pagi.


Pada sore harinya, putrinya yang duduk di bangku kelas 8 itu mengalami diare. Setibanya di puskesmas, putrinya langsung mendapat perawatan dan harus menjalani rawat inap. Saat ditanya, terakhir kali makanan yang dikonsumsi adalah jatah MBG.


"Saya tanya terakhir makan apa, ternyata habis makan MBG. Pas di puskesmas tadi malam, ternyata juga sudah ramai. Banyak teman-teman anak saya yang mengalami gejala sama," imbuhnya.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP N 1 Tulung, Kris Hadiana saat dikonfirmasi membenarkan beberapa siswanya mengalami gejala yang diduga keracunan MBG. Sedikitnya kurang dari 200 siswa yang mengalami gejala mual, diare hingga muntah.


"Yang dirawat ini data terakhir ada 9 siswa di Puskesmas Majegan dan 2 siswa di PKU Jatinom. Selain itu, sejumlah guru juga ada yang mengalami gejala sama," kata dia.


Disinggung soal penyebab gejala sakit yang dialami sejumlah siswa dan guru, ia mengaku masih belum mengetahui secara pasti sebab masih dalam penanganan petugas medis. Namun rentan waktu gejala itu muncul hampir bersamaan yakni sekitar pukul 17.00 WIB.


"Ini guru guru masih terus mendampingi anak-anak di rumah sakit. Kebetulan Bapak Kepala Sekolah juga mengalami gejala yang sama, tapi sudah mendapat penanganan dan rawat jalan," pungkasnya.




Bagikan:

Berita Terkait