BREAKING

Nelayan Hilang Terseret Ombak di Perairan Pantai Wohkudu Gunungkidul

Yordan Darmawan2 menit baca404 views
Nelayan Hilang Terseret Ombak di Perairan Pantai Wohkudu Gunungkidul
foto : istimewa

Panggang, (gunungkidul.sorot.co)--Kecelakaan laut terjadi di perairan Pantai Wohkudu, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (08/08/2026) sore. Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah terhempas ombak saat berusaha mengejar kapal yang terlepas dari ikatan.

Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan melibatkan dua nelayan yang hendak beraktivitas melaut menggunakan kapal bernama Sultan Muda.

Dua nelayan tersebut yakni Rubino, warga Padukuhan Padem, Kalurahan Girikarto, dan Mardini, warga Padukuhan Dawung, Kalurahan Girikarto. Dalam kejadian itu, Mardini berhasil diselamatkan, sedangkan Rubino hingga Sabtu malam masih dalam pencarian.

“Ketika korban hendak transit atau pindah ke kapal bagan, kapal utama yang digunakan untuk transit tiba-tiba terlepas dari ikatan,” ujar AKP Gatot Sukoco.

Melihat kapal yang terlepas, Rubino berusaha mengejarnya. Korban berenang dengan berpegangan pada sebuah jerigen bensin sebagai alat bantu mengapung.

Namun, saat korban berusaha mengejar kapal tersebut, datang gelombang yang cukup kuat. Rubino kemudian terhempas ombak hingga terlepas dari pegangannya terhadap jerigen.

Sejak saat itu, Rubino tidak terlihat dan dinyatakan hilang di perairan sekitar Pantai Wohkudu. Warga nelayan kemudian berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Sementara Mardini berhasil selamat dan kemudian dibawa pulang oleh warga nelayan Pantai Gesing.

Pencarian terhadap Rubino terus dilakukan hingga petang. Namun, kondisi cuaca yang kurang mendukung menjadi kendala bagi tim pencarian.

“Pencarian dihentikan karena hari sudah gelap. Selain itu, arus ombak dan angin cukup kencang sehingga pencarian tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pada malam hari,” jelas Gatot.

Pencarian terhadap Rubino direncanakan kembali dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Aparat bersama warga dan nelayan akan berkoordinasi untuk melanjutkan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

 

Bagikan:

Berita Terkait