Karangmojo, (gunungkidul.sorot.co)--Tren pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan meningkat sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2021. Saat itu, daun kelor banyak diburu masyarakat sebagai alternatif minuman herbal dalam bentuk teh.
Kondisi tersebut menginspirasi Kang Ratman, warga Padukuhan Ngunut, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, untuk mengembangkan produk olahan daun kelor. Awalnya, daun kelor dikeringkan dan diseduh sebagai teh.
“Caranya daun kelor dikeringkan lalu dibuat teh seduh. Setelah dirasa enak, muncul ide membuat teh celup dengan melibatkan ibu-ibu di sini,” ujar Kang Ratman, Minggu (12/04/2026).
Seiring meningkatnya permintaan, usaha tersebut terus berkembang. Kang Ratman kemudian membuka warung kuliner bernama Omah Godong Kelor yang berlokasi di kawasan rest area Kalurahan Kelor. Warung ini menyajikan berbagai olahan berbahan dasar daun kelor.
Salah satu menu andalan, bakwan daun kelor, menjadi favorit wisatawan, terutama pengunjung dari Solo dan sekitarnya yang menyukai kuliner tradisional pedesaan. Selain bakwan, tersedia pula menu lain seperti bakso kelor, siomay kelor, dan sosis daun kelor.
Menurut Kang Ratman, daun kelor dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk salah satunya bisa membantu mengatasi tekanan darah tinggi. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.
Dalam pengembangan produk, Kang Ratman juga bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya untuk pelatihan pembuatan sosis daun kelor. Produk tersebut bahkan pernah digunakan dalam program penanganan stunting selama tiga bulan.
“Untuk produksi sosis masih terkendala peralatan yang masih manual,” ujarnya.
Guna menjaga ketersediaan bahan baku, pemerintah sempat menginisiasi program Kelorisasi dengan melibatkan ibu-ibu PKK untuk menanam pohon kelor di pekarangan rumah. Namun demikian upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil secara maksimal.
“Sebagian tanaman mati, sebagian hidup. Menanam kelor itu gampang-gampang susah. Kadang sudah tumbuh agak besar, tetapi justru mati setelah kena hujan terlalu lama. Tapi secara umum untuk stok daun kelor di sini relatif aman, artinya untuk melayani konsumen harian dengan skala biasa, stok daun kelor masih mampu,” pungkas Kang Ratman.




