BREAKING

Panen Lele KDMP Karangrejek Tembus 4,8 Ton

Wheny Marissa2 menit baca1.675 views
Panen Lele KDMP Karangrejek Tembus 4,8 Ton
Panen lele KDMP Karangrejek.

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan budidaya ikan yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karangrejek, Kapanewon Wonosari.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat menghadiri kegiatan tebar benih sekaligus panen lele di kolam budidaya KDMP Karangrejek di Padukuhan Karangduwet 2, Sabtu (08/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua KDMP Karangrejek, Sujarwanto melaporkan bahwa budidaya lele tersebut telah memasuki siklus berikutnya. Pada siklus pertama yang dimulai Januari 2026, pihaknya menebar sebanyak 60.000 benih lele bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Hasil panen perdana pada April 2026 mencapai 4.871,2 kilogram atau sekitar 4,8 ton. Dari hasil penjualan tersebut, KDMP Karangrejek memperoleh pendapatan sekitar Rp 83 juta.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, menyebut produksi budidaya lele di Karangrejek menjadi salah satu capaian tertinggi secara nasional untuk program bantuan serupa tahun 2025.

Menurut Johan, produksi tersebut bahkan melampaui capaian sejumlah daerah lain, termasuk Gresik yang menghasilkan sekitar 3,3 ton.

Namun, di balik tingginya produksi, Bupati mengingatkan agar pengelolaan budidaya tidak hanya berorientasi pada besarnya hasil panen. Aspek manajemen keuangan dan keberlanjutan bisnis harus menjadi perhatian utama agar unit usaha koperasi benar-benar memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Bupati menyoroti adanya beban utang persiapan lahan sebesar Rp40 juta yang harus dicicil dari pendapatan hasil panen.

“Jangan sampai unit usaha ini tidak membawa keberuntungan, menjadi beban, kemudian meninggalkan aset yang mangkrak,” tegas Bupati.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan alat pengolah hasil perikanan berupa chest freezer secara simbolis kepada empat Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar).

Keempat kelompok tersebut yakni Poklasar Gesing Asri dari Panggang, Poklasar Mina Boga dari Baron, Poklasar Mina Lestari dari Drini, dan Poklasar Mina Lestari dari Sepanjang.

 

 

Bagikan:

Berita Terkait

Panen Raya Ikan di Pantai Baron, Ratusan Warga Rela Tunggu Nelayan Pulang Demi Ikan SegarEkonomi

Panen Raya Ikan di Pantai Baron, Ratusan Warga Rela Tunggu Nelayan Pulang Demi Ikan Segar

Gelombang tinggi yang belakangan melanda pesisir selatan Gunungkidul tak selalu menjadi kabar buruk bagi nelayan. Di tengah kondisi laut yang cukup menantang, para nelayan di Pantai Baron justru tengah menikmati masa panen raya ikan.

05 Sep 2026
Relokasi Pedagang ke Pasar Besole Wonosari Belum Dongkrak OmzetEkonomi

Relokasi Pedagang ke Pasar Besole Wonosari Belum Dongkrak Omzet

Relokasi pedagang dari Jalan MGR Soegijopranoto, Wonosari, ke Pasar Besole Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Sejumlah pedagang mengakui bahwa jumlah pengunjung masih sepi sehingga berdampak langsung terhadap penurunan omzet harian.

04 Sep 2026
Cek Tiga Lokasi, Harga dan Stok Beras di Kota Yogyakarta Masih StabilEkonomi

Cek Tiga Lokasi, Harga dan Stok Beras di Kota Yogyakarta Masih Stabil

Harga dan ketersediaan beras di sejumlah pasar dan distributor di Kota Yogyakarta masih terpantau stabil. Hal itu diketahui setelah dilakukan pemantauan dan pengecekan di tiga lokasi, Rabu (2/9/2026). Pengecekan dilakukan di Pasar Beringharjo, Pasar Prawirotaman, dan salah satu gudang beras di wilayah Yogyakarta. Pemantauan menyasar harga, mutu, serta ketersediaan sejumlah jenis beras yang beredar di pasaran.

03 Sep 2026
UMK Didorong Perkuat Digital Branding untuk Tembus Pasar GlobalEkonomi

UMK Didorong Perkuat Digital Branding untuk Tembus Pasar Global

Usaha mikro dan kecil (UMK) asal Gunungkidul, PT Java Criollo, didorong memperkuat digital branding untuk memperluas akses pasar hingga tingkat internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan pembuatan video profil di Rumah BUMN Gunungkidul.

31 Aug 2026