BREAKING

Pangkalan Becak dan Andong Disiapkan di Kawasan Tempat Khusus Parkir Senopati untuk Wisatawan

Christian Yanuar2 menit baca62 views
Pangkalan Becak dan Andong Disiapkan di Kawasan Tempat Khusus Parkir Senopati untuk Wisatawan
Kuliner di kawasan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati

Yogyakarta, (jogja.sorot.co) — Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati dengan menjadikannya sebagai pangkalan becak dan andong untuk mendukung mobilitas wisatawan.

Kebijakan ini dilakukan menyusul larangan bus pariwisata masuk dan parkir di kawasan tersebut, sehingga TKP Senopati akan difungsikan sebagai titik perpindahan moda transportasi menuju kawasan Jeron Beteng.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas tingginya minat wisatawan ke kawasan wisata dalam benteng, seperti Malioboro, Kraton Yogyakarta, dan Pasar Ngasem.

“TKP Senopati tetap dimanfaatkan wisatawan. Saat ini banyak diakses kendaraan pribadi, sehingga kami siapkan sebagai titik pemberhentian becak dan andong sebagai moda lanjutan,” ujarnya, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, area pangkalan akan ditempatkan di sisi utara dan selatan bangunan toilet bawah tanah, serta di area antara parkir tengah dan barat. Lokasi tersebut akan dilengkapi marka dan papan informasi untuk memudahkan wisatawan.

“Wisatawan yang ingin menuju kawasan Jeron Beteng atau Pasar Ngasem dapat langsung menggunakan becak atau andong dari lokasi tersebut,” tambahnya.

Berdasarkan kapasitas yang tersedia, TKP Senopati diperkirakan mampu menampung sekitar 10 andong dan 30 becak dalam satu waktu. Dengan sistem perputaran operasional, jumlah layanan harian dapat menjangkau puluhan andong dan ratusan becak.

Penataan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean becak dan andong di kawasan Malioboro, sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan dalam mengakses transportasi lanjutan.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga berencana memperkuat identitas budaya dengan mengarahkan kusir andong dan pengemudi becak untuk mengenakan pakaian khas daerah.

Dishub Kota Yogyakarta juga tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebersihan dan fasilitas pendukung di kawasan tersebut tetap terjaga.

“Prinsipnya kami siapkan sarana dan memperkuat transportasi tradisional agar memiliki nilai tambah bagi wisatawan,” tandas Agus.

Bagikan:

Berita Terkait