BREAKING

Putri Imam Besar Masjid Al Aqsa Palestina Lulus dari MTs An-Nawawi Purworejo

Muhamad Ansori2 menit baca1.882 views
Putri Imam Besar Masjid Al Aqsa Palestina Lulus dari MTs An-Nawawi Purworejo
Sayidah Leen A.A. Alrafati, putri Imam Besar Masjid Al Aqsa

Purworejo, (purworejo.sorot.co)-Di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di Palestina, kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo. Seorang siswi asal Palestina, Sayidah Leen A.A. Alrafati, putri Imam Besar Masjid Al Aqsa, Dr. Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati, berhasil menuntaskan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nawawi dan mengikuti prosesi kelulusan bersama ratusan santri lainnya.

Momen tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Khataman Akhirussanah dan Pelepasan Siswa MTs dan MA An-Nawawi yang digelar pada Sabtu (13/06/2026). Di antara 713 siswa yang dilepas, keberhasilan santri asal Palestina itu menjadi simbol semangat pendidikan yang mampu melampaui batas negara, bahasa, dan budaya.

Ketua Panitia Kegiatan, Chazbi Ngubaidillah, mengatakan bahwa Sayidah Leen telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di MTs An-Nawawi. Selama masa belajar, ia mampu beradaptasi dengan baik meski sempat menghadapi kendala bahasa pada awal kedatangannya di Indonesia.

"Tahun ini ada siswa dari Palestina yang ikut lulus. Beliau merupakan putri dari Sayyid Ammar yang selama ini menempuh pendidikan di MTs An-Nawawi," kata Chazbi di sela kegiatan.

Menurutnya, proses adaptasi berjalan cukup baik berkat dukungan lingkungan pesantren dan sekolah. Kini, Sayidah Leen telah mampu berkomunikasi dengan lancar menggunakan bahasa Indonesia serta mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran sebagaimana siswa lainnya.

"Awalnya memang ada kendala bahasa, tetapi sekarang sudah lancar berbahasa Indonesia. Ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan berinteraksi dengan teman-temannya tanpa kendala berarti," lanjutnya.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun jembatan persaudaraan di tengah berbagai perbedaan. Di lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah, Sayidah Leen mampu membaur dan menjalani kehidupan sebagai santri seperti pada umumnya.

Chazbi menambahkan, kehadiran santri asal Palestina juga memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Interaksi sehari-hari dengan teman yang berasal dari wilayah konflik membuat para santri lebih memahami nilai kemanusiaan dan pentingnya solidaritas sesama umat.

"Anak-anak bisa belajar bahwa persaudaraan dalam Islam tidak mengenal batas negara. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi keluarga besar An-Nawawi," ujarnya.

Dalam rangkaian acara akhirussanah tersebut, keluarga Sayidah Leen turut hadir. Ayahnya, Dr. Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati, yang dikenal sebagai Imam Besar Masjid Al Aqsa, juga memimpin doa penutup sebagai bagian dari prosesi kegiatan.

Kelulusan Sayidah Leen menjadi simbol harapan di tengah situasi yang masih sulit di tanah kelahirannya. Saat banyak anak Palestina menghadapi keterbatasan akibat konflik, ia mampu menyelesaikan pendidikan dan bersiap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Kami berharap beliau dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat," pungkas Chazbi.

Bagikan:

Berita Terkait