Purworejo, (purworejo.sorot.co)-Di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di Palestina, kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo. Seorang siswi asal Palestina, Sayidah Leen A.A. Alrafati, putri Imam Besar Masjid Al Aqsa, Dr. Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati, berhasil menuntaskan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-Nawawi dan mengikuti prosesi kelulusan bersama ratusan santri lainnya.
Momen tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Khataman Akhirussanah dan Pelepasan Siswa MTs dan MA An-Nawawi yang digelar pada Sabtu (13/06/2026). Di antara 713 siswa yang dilepas, keberhasilan santri asal Palestina itu menjadi simbol semangat pendidikan yang mampu melampaui batas negara, bahasa, dan budaya.
Ketua Panitia Kegiatan, Chazbi Ngubaidillah, mengatakan bahwa Sayidah Leen telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di MTs An-Nawawi. Selama masa belajar, ia mampu beradaptasi dengan baik meski sempat menghadapi kendala bahasa pada awal kedatangannya di Indonesia.
"Tahun ini ada siswa dari Palestina yang ikut lulus. Beliau merupakan putri dari Sayyid Ammar yang selama ini menempuh pendidikan di MTs An-Nawawi," kata Chazbi di sela kegiatan.
Menurutnya, proses adaptasi berjalan cukup baik berkat dukungan lingkungan pesantren dan sekolah. Kini, Sayidah Leen telah mampu berkomunikasi dengan lancar menggunakan bahasa Indonesia serta mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran sebagaimana siswa lainnya.
"Awalnya memang ada kendala bahasa, tetapi sekarang sudah lancar berbahasa Indonesia. Ia bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan berinteraksi dengan teman-temannya tanpa kendala berarti," lanjutnya.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun jembatan persaudaraan di tengah berbagai perbedaan. Di lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah, Sayidah Leen mampu membaur dan menjalani kehidupan sebagai santri seperti pada umumnya.
Chazbi menambahkan, kehadiran santri asal Palestina juga memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. Interaksi sehari-hari dengan teman yang berasal dari wilayah konflik membuat para santri lebih memahami nilai kemanusiaan dan pentingnya solidaritas sesama umat.
"Anak-anak bisa belajar bahwa persaudaraan dalam Islam tidak mengenal batas negara. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi keluarga besar An-Nawawi," ujarnya.
Dalam rangkaian acara akhirussanah tersebut, keluarga Sayidah Leen turut hadir. Ayahnya, Dr. Syeikh Ammar Azmi Ar-Rafati, yang dikenal sebagai Imam Besar Masjid Al Aqsa, juga memimpin doa penutup sebagai bagian dari prosesi kegiatan.
Kelulusan Sayidah Leen menjadi simbol harapan di tengah situasi yang masih sulit di tanah kelahirannya. Saat banyak anak Palestina menghadapi keterbatasan akibat konflik, ia mampu menyelesaikan pendidikan dan bersiap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kami berharap beliau dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat," pungkas Chazbi.
Putri Imam Besar Masjid Al Aqsa Palestina Lulus dari MTs An-Nawawi Purworejo

Berita Terkait
PendidikanMPLS 2026 Dipastikan Berjalan Aman, Nihil Laporan Perploncoan
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP berlangsung aman dan tertib.
PendidikanNguri-uri Budaya Jawa, Puluhan Siswa SMPN 39 Purworejo Antusias Kunjungi Pameran Museum Tosan Aji
Nguri-uri Budaya Jawa, Puluhan Siswa SMPN 39 Purworejo Antusias Kunjungi Pameran Museum Tosan Aji
PendidikanMoment MPLS, Ratusan Pelajar Klaten Ikrarkan Anti Narkoba
Klaten, (klaten.sorot.co) โ Sebanyak 425 siswa baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Klaten mengikrarkan komitmen memerangi penyalahgunaan narkoba dalam kegiatan Sosialisasi Gerakan Anti Narkoba yang digelar bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
PendidikanFestival Literasi, Bupati Klaten Ajak Generasi Muda Gemar Membaca di Era AI
Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan membaca buku bersama dalam pembukaan Klaten Festival Literasi (Klafiesta) 2026 yang digelar di Gedung Sunan Pandanaran, Selasa (14/07/2026).