BREAKING

Rumah Produksi Kerajinan di Ngemplak Terbakar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan

Christian Yanuar2 menit baca150 views
Rumah Produksi Kerajinan di Ngemplak Terbakar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan
Dokumentasi sorot.co

Ngemplak, (sleman.sorot.co) — Rumah produksi kerajinan tangan CV Pandanus Internusa di Jalan Pakem-Kalasan, RT 01 RW 05, Kali Bulus, Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, terbakar pada Sabtu (8/8) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Panit Reskrim Polsek Ngemplak, Aiptu Parjono, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.45 WIB. Bangunan yang terbakar merupakan tempat produksi kerajinan untuk ekspor yang di dalamnya menyimpan berbagai bahan yang mudah terbakar.

“Kronologi singkatnya, pekerja di ruang finishing mencium bau barang terbakar,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak lama berselang, warga sekitar yang berada di luar bangunan melihat adanya percikan dan kobaran api yang muncul dari bagian cerobong. Mengetahui hal tersebut, para pekerja kemudian bergegas menyelamatkan diri.

Para pekerja tidak sempat menyelamatkan barang-barang produksi yang berada di dalam bangunan.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” terang Parjono.

Sementara itu, Imam, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta, mengatakan sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu hingga dua jam. Petugas menghadapi kendala karena di dalam bangunan terdapat banyak material yang mudah terbakar, termasuk serat mendong dan bahan kerajinan lainnya.

Selain itu, terdapat sejumlah bahan kimia yang mudah terbakar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

“Kendalanya banyak bahan yang sangat mudah terbakar seperti serat mendong dan bahan kerajinan lainnya. Terdapat bahan kimia berbahaya atau mudah terbakar di dalam area pabrik, seperti thinner, bahan pengawet, dan karbit, yang menyulitkan serta memperlama proses pemadaman api,” tandasnya.

Bagikan:

Berita Terkait