Sleman, (sleman.sorot.co) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memastikan kondisi puluhan warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, terus membaik.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan hingga saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan, termasuk pendirian posko serta pengambilan sampel makanan oleh tim kesehatan.
“Ada sekitar 40 lebih ini sudah ditangani, juga sudah mendirikan posko hari ini. Dinas kesehatan juga sudah mengambil sampel makanan,” ujar Danang saat ditemui di Pasar Hewan Ambarketawang, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, kondisi para korban yang sempat dirawat maupun menjalani pemeriksaan menunjukkan perkembangan positif dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan.
“Prinsipnya semua korban yang ada di rumah sakit progresnya membaik dan tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Sleman belum dapat memastikan penyebab pasti keracunan karena hasil uji laboratorium masih dalam proses.
“Sampel yang diambil makanan, tapi terkait lebih lanjut kami belum bisa memberikan karena masih proses pemeriksaan di laboratorium kesehatan,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga membuka posko pengaduan di lokasi kejadian untuk menjangkau kemungkinan korban tambahan.
“Kita juga membuka posko di kampung. Sewaktu-waktu nanti ada orang yang mungkin masih merasa gejala, kita masukkan ke layanan kesehatan,” kata Danang.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Sleman mencatat sebanyak 43 warga mengalami gejala keracunan usai menghadiri acara pamitan haji pada Minggu (3/5/2026).
Kepala Bidang P2P Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyebut seluruh korban hanya menjalani rawat jalan.
“Data sampai pukul 15.00 WIB ada 43 orang yang bergejala. Seluruhnya menjalani rawat jalan dan tidak ada yang dirawat inap,” ujarnya.
Gejala yang dialami korban antara lain sakit perut, diare, pusing, hingga demam. Dugaan sementara mengarah pada salah satu menu konsumsi yang dibagikan kepada ratusan tamu.
“Kondisi makanan, terutama krecek, dilaporkan mulur dan terasa kecut,” jelasnya.
Saat ini, sampel makanan seperti ayam panggang, sambal goreng krecek, serta sampel biologis korban tengah diuji di laboratorium untuk memastikan sumber keracunan.
Pemerintah daerah masih terus memantau perkembangan kasus ini mengingat distribusi makanan cukup luas, termasuk kepada warga di luar lokasi acara.




