Sleman, (sleman.sorot.co) — Sleman Temple Run (STR) 2026 kembali digelar di Kabupaten Sleman. Mengusung konsep Running Around Temples, ajang lari lintas alam tersebut akan membawa peserta melewati sejumlah candi dan destinasi wisata di wilayah Sleman Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abu Bakar mengatakan, Sleman Temple Run kembali digelar sebagai salah satu upaya mempromosikan potensi wisata dan cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Sleman.
“Sleman memiliki kekayaan warisan cagar budaya berupa candi-candi Kerajaan Hindu Budha dari abad ke-IX Masehi dan menjadi tagline atau ikon Sleman sebagai Kabupaten Seribu Candi,” kata Abu saat jumpa pers, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, keberadaan candi seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menjadi bagian dari potensi wisata dan budaya yang dapat diperkenalkan melalui kegiatan olahraga.
Selain promosi wisata, penyelenggaraan event juga dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi di sekitar destinasi serta memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan maupun peserta.
Pada pelaksanaan tahun ini, rute Sleman Temple Run berada di kawasan Sleman Timur, dengan lintasan dari Candi Banyunibo hingga kawasan Candi Breksi.
Abu mengingatkan peserta untuk mempersiapkan kondisi fisik. Pasalnya, sejumlah bagian lintasan memiliki medan dengan tanjakan yang cukup curam, khususnya kawasan Banyunibo menuju Breksi.
“Kami berharap peserta memiliki keberanian dan kesiapan fisik untuk menjajal trek lari pada hari H,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya mengatakan, Sleman Temple Run telah digelar sejak 2015 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kategori jarak tempuh, yakni 7 kilometer, 15 kilometer, dan 30 kilometer. Masing-masing kategori terbagi untuk peserta putra dan putri.
Sejumlah candi yang menjadi bagian dari lintasan antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo.
Selain candi, peserta juga akan melewati sejumlah destinasi wisata, seperti Tebing Breksi, Spot Riyadi, dan Arca Gupala.
Edy menambahkan, konsep lintasan yang memadukan olahraga, cagar budaya, dan destinasi wisata menjadi salah satu karakteristik utama Sleman Temple Run.




